Total Tayangan Halaman

Rabu, 23 Oktober 2024

6 Fakta Manhwa Omniscient Reader's Viewpoint: Bakal Jadi Anime!

 

6 Fakta Manhwa Omniscient Reader's Viewpoint: Bakal Jadi Anime!



Omniscient Reader's Viewpoint atau yang biasa disingkat ORV adalah manhwa action dan fantasy populer yang bisa kamu baca di platform Naver Webtoon. Ceritanya menyoroti seorang pekerja kantoran yang hidupnya tiba-tiba berubah menyerupai alur dalam novel yang dibacanya.


Popularitas Omniscient Reader's Viewpoint terus melejit, apalagi setelah informasi tentang adaptasi animenya diumumkan beberapa waktu lalu.


Nah, sebelum membaca atau menunggu perilisan animenya, yuk simak beberapa fakta Omniscient Reader's Viewpoint (ORV) berikut!



1. Web novel karya sing N song

omniscient-readers-viewpoint.fandom

Omniscient Reader's Viewpoint berangkat dari web novel Korea Selatan yang ditulis oleh author dengan nama pena Sing Shong atau yang dikenal pula dengan nama sing N song.

Web novel Omniscient Reader's Viewpoint pertama kali rilis pada 6 Januari 2018 di platform Munpia. Itu merupakan platform berbahasa Korea yang diperuntukkan bagi pengguna yang ingin membaca, menulis, atau sekadar membagikan web novel.

Penerbitan Omniscient Reader's Viewpoint di Munpia kemudian berakhir pada 2 Februari 2020.




2. Sosok di balik nama pena "sing N song"        
      

Ada yang menarik dari author Omniscient Reader's Viewpoint yang dikenal sebagai Sing Shong atau sing N song seperti yang ditampilkan di halaman WEBTOON.

Pasalnya, sing N song ternyata adalah 2 orang. Mereka adalah pasangan suami istri yang memutuskan untuk merahasiakan identitasnya, alias berkarier sebagai penulis anonim. "Sing" mengacu pada suami, sementara "Shong" adalah istrinya.

sing N song juga pernah menulis karya berkualitas lainnya, yaitu manhwa The World After The Fall yang diilustrasikan oleh Undead Gamja dan diterbitkan di Naver Webtoon sejak 7 Februari 2022 dan masih berlanjut sampai sekarang.




3. Adaptasi manhwa (webtoon) oleh Redice Studio


Kemudian, pada 26 Mei 2020, adaptasi manhwa atau webtoon Omniscient Reader's Viewpointmulai diterbitkan di platform Naver Webtoon oleh UMI dari Redice Studio. Sementara itu, Sleepy-C bertanggung jawab untuk mengerjakan ilustrasinya.

Versi bahasa Inggris manhwa ini menyusul terbit pada 18 Agustus 2020 melalui Line Webtoon.

Kalau kamu adalah pembaca setia manhwa populer lainnya seperti Solo Leveling, kamu akan sadar bahwa Redice Studio adalah studio yang sama dengan yang menaungi series karya Chugong tersebut.

Selain Omniscient Reader's Viewpoint dan Solo Leveling, Redice Studio juga telah menerbitkan webtoon berkualitas lainnya, mulai dari Grave Robber King, The Disaster Hero Has Returned, The Great Mage Returns After 4000 Years, dan masih banyak lagi.




4. Tentang seorang pembaca novel yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia


Protagonis utama dalam manhwa Omniscient Reader's Viewpoint ialah Kim Dokja. Dia adalah pekerja kantoran yang menjadi satu-satunya pembaca setia web novel bertajuk Tiga Cara untuk Bertahan Hidup di Dunia yang Hancur (Three Ways to Survive in a Ruined World).

Novel tersebut akhirnya tamat setelah 10 tahun berlalu. Namun, dunia nyata yang Dokja tinggali tiba-tiba berubah seperti alur dalam novel yang dibacanya. Gawatnya, hanya Dokja yang mengetahui bagaimana ending novel tersebut.

Berbekal "hadiah" yang diberikan penulis novel kepadanya, Dokja berusaha menyelamatkan diri dan dunianya dari kehancuran.




5. Adaptasi anime Omniscient Reader's Viewpoint


Saat Anime Expo 2024 diadakan, adaptasi anime Omniscient Reader's Viewpoint pun diumumkan.

Dengan judul bahasa Jepang Zenchi-teki na Dokusha no Shiten kara, Aniplex dan Crunchyroll akan bertindak sebagai produser untuk serial anime Omniscient Reader's Viewpoint, di mana Crunchyroll sekaligus melisensikan dan menayangkannya di sejumlah wilayah.

Hingga saat ini, penggemar masih menunggu informasi lanjutan terkait jadwal penayangan anime ORV.




6. Adaptasi film live action


Sebelum adaptasi animenya diumumkan,pada 18 september 2019 Munpia mengumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan Realize Picture terkait adaptasi live action Omniscient Reader's Viewpoint yang akan dibuat menjadi 5 film.


Pada mei 2023, Ahn Hyo-seop and Lee Min-ho terkonfirmasi akan akan memerankan 2 karakter utama dalam cerita,yakni Kim Dok-ja dan Yoo Joong-hyuk.


Kemudian, pada 24 januari 2024,dikonfirmasi deretan aktor lainnya juga akan membintangi karakter-karakter penting dalam film tersebut.Di antaranya ialah Kim Ji-so sebagai Lee Ji-hye, Chae Soo-bin sebagai Yoo Sang-ah, Nana sebagai Jung Hee-won, Shin Seung-ho sebagai Lee hyun-sug, Park Ho-san sebagai Gong Pil-du, dan Choi young-joon sebagai Han Myung-oh


Film live action Omniscient Reader's Viewpoint akan disutradarai oleh Kim Byung-woo, sementara Won Dong-yun akan menjadi produsernya.


Itulah beberapa fakta Omnisciet Reader's Viewpoint, manhwa populer karya sing N song yang akan diadaptasi menjadi serial anime.Bagaimana, penasaran?.

Manhwa The Begining After The End Dapatkan Adaptasi Anime, Tayang 2025

 

Manhwa The Begining After The End Dapatkan Adaptasi Anime, Tayang 2025




Manhwa The Beginning After The End resmi mendapatkan adaptasi kedalam anime, denng tanggal rilis yang dijadwalkan tayang pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan acara New York Comic Con 2024 yang berlangsung Sabtu, 19 Oktober 2024.


Dalam acara tersebut menampilkan penulis novel tersebut, TurtleMe.


Platfrom streaming anime Crunchyroll  akan menayangkan anime tersebut, dan untuk season 1 akan berjumlah 24 episode yang dibagi menjadi dua bagian. Selain itu visual teasser dan PV teaser juga dirilis.



Sedangkan ini visual teasernya.




Adapun adaptasinya dikerjakan oleh studio A-Cat dengan Keitaro Motonoga bertugas sebagai sutradara, Takamitsu Kono bertugas sebagai komposisi seri, Masami Sueoka mendesai karakternya dan musik dikerjakan oleh Keiji Inai.


Sedangkan TurtleMe dia terlibat dalam adaptasi ini sebagai  cerita dan produser eksekutif. Mike Zhu, Kevin Nicklaus, dan Gabrielle Luu dari TurtleMe LLC dan Tapas Entertaiment juga dikreditan sebagai produser eksekutif.


The Beginning After the End  adalah novel web karya TurtleMe, yang menampilkan ilustrasi Fuyuki23. Novel ini juga  mendapatkan adaptasi webtoon oleh Fuyuki23. Serial ini saat ini mempunyai 482 chapter.


The Beginning After the End  menceritakan Raja Grey yang mempunyai kekuatan, kekayaan, dan prestise yang tak tertandingi di dunia yang diatur oleh kemampuan bela diri. Namun, kesendirian tetap di belakang mereka yang mempunyai kekuatan besar.


Di balik eksterior glamor seorang raja yang kuat yang mengintai dengan cangkang manusia tanpa tujuan dan kemauan.


Bereinkarnasi ke dunia baru yang penuh dengan sihir dan monster, raja mempunyai kesempatan kedua untuk dapat menjalani hidupnya. Namun, memperbaiki kesalahan masa lalunya tidak akan menjadi satu-satunya tantangan.


Di balik kedamaian dan kesejahteraan dunia baru itu terdapat arus bawah yang mengancam untuk menghancurkan segala sesuatu yang telah dia perjuangkan, serta mempertanyaan peran dan alasan lainnya untuk dilahirkan kembali.*


Adu Game MOBA Honor of Kings Vs Mobile Legends, Ini Bedanya

 

Adu Game MOBA Honor of Kings Vs Mobile Legends, Ini Bedanya


resmi merilis game multiplayer online battle arena (MOBA) terbarunya, Honor of Kings (HoK) di pasar global, termasuk Indonesia pada Kamis (20/6/2024). 

 Game ini menjadi kompetitor langsung dari salah satu game MOBA yang bisa dibilang cukup populer di Indonesia, yaitu Mobile Legends (MLBB) buatan Moonton.

 Secara garis besar, kedua game ini bisa dibilang memiliki banyak persamaan, salah satunya adalah memungkinkan pemain bertarung lima lawan lima untuk memenangkan pertandingan dengan cara menghancurkan pertahanan musuh. 

Meski mirip, perbedaan kedua game ini juga tak kalah banyak. Beberapa perbedaan terletak di desain dan fitur di dalam game, elemen efek dan visual, hingga karakter-karakter yang bisa dimainkan pengguna.

Lantas, apa saja persamaan dan perbedaan yang ada di HoK dan MLBB? Informasi tersebut bisa diketahui secara lengkap dalam penjelasan di bawah ini.


Mekanisme Permainan

Mekanisme permainan alias gameplay Honor of Kings dan Mobile Legends bisa dibilang sama persis. Di dalam kedua game tersebut, pemain akan memainkan seorang karakter (hero) untuk membantu rekan satu tim memenangkan pertandingan.

 Satu tim berjumlah lima orang, dan cara pemain memenangkan pertandingan adalah menghancurkan markas (base) tim lawan yang berisi lima orang pula (5vs5).

Sebelum menghancurkan markas musuh, pemain harus menghancurkan beberapa tiga lapis menara pertahanan alias turret atau tower yang ada di luar markas terlebih dahulu.

 Menara pertahanan ini bisa dijaga oleh karakter yang memang ditugaskan di posisi atau jalur (lane) tersebut. Sama seperti Mobile Legends, Honor of Kings memiliki tiga lane, yaitu lane atas, tengah, dan bawah.

 Setiap lane memiliki menara pertahanan masing-masing, sehingga tiap pemain harus menjaganya dengan baik supaya tak mudah dihancurkan.


Sepanjang permainan, pemain bisa meningkatkan level karakter dan membeli berbagai "senjata" atau item untuk memperkuat kemampuan hero mereka.

 Ketika level dan item yang dimiliki pemain lebih unggul dari karakter musuh, maka mereka akan lebih mudah untuk menghancurkan tower atau mengeliminasi musuh yang menghadang.

Selain item, fitur game lain yang bisa memperkuat karakter adalah Arcana di Honor of Kings dan Emblem di Mobile Legends.

Sejatinya, kedua fitur ini memiliki fungsi serupa, yaitu memungkinkan karakter yang dipakai memiliki peningkatan kemampuan berdasarkan tipe serangan mereka, sekaligus memberikan efek tambahan ketika menyerang suatu musuh.



Desain Lobi dan Menu

Masuk ke desain game, tampilan utama (lobi) Honor of Kings dan Mobile Legends bisa dibilang mirip. Keduanya setidaknya akan menampilkan sebuah karakter di dalam game yang merupakan karakter terbaru.

Tata letak (layout) tampilan utama juga bisa dibilang tak jauh berbeda. Tombol mode "Ranked", misalnya, sama-sama terletak di pojok kanan bawah tampilan utama. Tepat di atas tombol tersebut, ada daftar teman yang sedang online yang bisa diajak untuk bermain.

 Pada bagian atas, terdapat beberapa kurs di dalam game yang dimiliki pemain. Di Honor of Kings, uang "reguler" yang bisa dipakai untuk membeli hero disebut Starstone, sedangkan di Mobile Legends adalah Battle Points.

Kemudian untuk kurs premium di dalam game untuk membeli kostum (skin), Honor of Kings menamainya dengan Token, sedangkan Mobile Legends adalah Diamond.

 Untuk bagian kiri dan bawah tampilan utama juga diisi dengan beberapa menu game, seperti daftar hero, menu persiapan sebelum masuk ke dalam game, menu tas alias Inventory, dan lain sebagainya.

 Meski kurang lebih sama, sekilas tampilan menu utama Honor of Kings terlihat lebih rapi dan modern dibanding Mobile Legends. Sehingga, pemain yang menginginkan tampilan utama sederhana namun estetik mungkin akan lebih memilih game buatan Tencent tersebut.



Tampilan Fungsi dan Letak kontrol


Beralih ke fitur kontrol, Honor of Kings dan Mobile Legends menawarkan tampilan dan fitur kontrol yang serupa.

 Pemain akan menemukan tombol "serang" dan tombol kemampuan alias "skill" di pojok kanan bawah pada kedua game, serta tombol gerakan alias joystick di bagian kiri bawah game.

Kemudian, pemain juga akan bisa membeli item di dalam game jika menekan tombol "Shop" yang ada di pojok kanan atas.

Untuk perintah atau seruan kepada satu tim, pemain juga bisa menggunakan fitur-fitur aksi atau percakapan yang bisa diakses di bagian bawah tombol Shop tadi.

 Di bagian kiri atas ketika pengguna sedang dalam pertandingan Honor of Kings atau Mobile Legends, terdapat tampilan peta (map) yang bisa dipakai untuk memantau pergerakan musuh dan rekan satu tim.

Lalu pada tampilan atas kedua game ini, terdapat ikon-ikon karakter rekan satu tim dan musuh, serta waktu pertandingan yang akan terus berjalan sampai game berhasil dimenangkan salah satu tim.



Beda Peta dan Monster

Masuk ke pembahasan soal peta, fitur-fitur yang ada di dalam peta Honor of Kings dan Mobile Legends sebenarnya agak mirip.

Setiap beberapa saat, pemain akan ditemani dengan beberapa monster kecil (minion) untuk membantu mereka menyerang menara pertahanan musuh.

 Peta di kedua game ini juga diisi dengan beberapa monster hutan (jungle monster) yang bisa dibunuh untuk meningkatkan level pemain.

 Perbedaan signifikan terletak di makhluk besar alias boss monster di kedua game ini. Di awal game Honor of Kings, ada dua monster besar yang bisa pemain temui secara bersamaan, yaitu bernama Tyrant & Overlord.

Kedua monster ini mirip Turtle di Mobile Legends, dan Turtle tidak ditemani dengan boss monster lainnya. Di pertengahan game, Turtle akan bergantian dengan Lord, monster yang bisa membantu pemain menyerang menara pertahanan dan markas musuh secara cepat.

 Nah, monster Lord di Mobile Legends ini setara dengan Tempest Dragon, monster bos yang paling kuat yang akan muncul di pertengahan hingga akhir di sebuah pertandingan Honor of Kings. Maksud akhir pertandingan ini adalah ketika sebuah game sudah mencapai durasi 20 menit.

 Ini berarti, Honor of Kings memiliki tiga boss monster, sedangkan Mobile Legends hanya ada dua boss monster.

 Selain variasi monster lebih banyak, Honor of Kings juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu fitur penyembuh (heal) karakter yang bisa ditemui di dekat menara pertahanan. Di Mobile Legends, pemain harus kembali ke markas agar "nyawa" mereka pulih.

 Meski demikian, fitur heal di belakang tower yang ada di game Honor of Kings hanya bisa menyembuhkan sedikit nyawa pemain saja. Jika ingin maksimal, pengguna tetap harus kembali ke markas.



Beda Karakter/Hero di dalam Game


Game Honor of Kings dan Mobile Legends kompak menawarkan lebih dari 120 hero yang bisa dipakai pemain. Kendati demikian, tema nama hero yang dipakai di kedua game sedikit berbeda.

Mayoritas hero di Honor of Kings menawarkan nama-nama karakter yang diadaptasi dari sejarah peperangan era Dinasti China. Beberapa di antaranya seperti Guan Yu, Zhang Fei, Lu Bu, Zhou Yu, dan lain sebagainya.

Selain itu, mayoritas karakter di game ini memang nama-nama asal China, meski tak terpautt dengan sejarah China.

 Di sisi lain, nama-nama karakter di Mobile Legends lebih universal dan modern, seperti Alpha, Roger, Nolan, Saber, Johnson, dan lain sebagainya. HoK juga sebenarnya memiliki beberapa karakter dengan nama modern, namun tak sebanyak karakter dengan nama China.

 Sebaliknya, untuk MLBB, game ini sebenarnya juga menawarkan beberapa karakter dari China, namun tak sebanyak HoK. Dua contoh karakter yang berasal dari China adalah petarung Zilong dan raja kera Sun.

Nah, keunikan MLBB di aspek karakter bisa dilihat dari adanya beberapa hero yang diadaptasi dari legenda suatu negara.

 Beberapa di antaranya seperti Kadita dan Gatotkaca dari Indonesia, Minsitthar yang terinspirasi dari kerajaan kuno Myanmar, legenda petarung Badang dari Malaysia, dan lain sebagainya.

 Di Honor of Kings, karakter-karakter yang ada bisa diposisikan dalam lima peran (role), yaitu Clash Lane, Mid Lane, Farm Lane, Jungling, dan Roaming.

Untuk game Mobile Legends, hero-hero yang tersedia bisa mengisi role EXP Lane (mirip Clash Lane), Mid Lane, Gold Lane (mirip Farm Lane), Jungler, dan Roamer.



Koleksi item, spell, dan tingkatan rank yang identik

Secara garis besar, senjata alias item yang bisa dipakai suatu hero di Honor of Kings dan Mobile Legends nyaris mirip, namun memiliki nama berbeda satu sama lain.

Untuk item sepatu yang bisa meningkatkan pertahanan, misalnya, HoK punya item bernama "Boots of Fortitude", sedangkan MLBB punya "War Boots".

 Lalu untuk senjata yang memiliki serangan fisik tertinggi, HoK punya "Siege Breaker", dan MLBB punya "Blade of Despair". Kedua item ini juga memiliki efek lain, yaitu meningkatkan serangan yang diterima musuh ketika nyawa mereka berada di bawah 50 persen.

 Kemudian untuk senjata serangan magis tertinggi di kedua game ada Blood Wings (MLBB) dan Tome of Wisdom (HoK). Contoh lain adalah item pertahanan yang bisa mengembalikan efek serangan yang diterima musuh, yaitu Blade Armor (MLBB) dan Spikemail (HoK).

Selain item, fitur ekstra di dalam game yang bisa dipakai karakter untuk meningkatkan kemampuan bermain, yaitu spell juga bisa dibilang hampir sama persis.

 Jika di MLBB ada Flicker, maka di HoK ada Flash. Lalu apabla MLBB ada Retribution, di HoK ada spell serupa dengan nama Smite. Beberapa spell di kedua game ini bahkan ada yang memiliki fungsi dan nama yang identik, seperti Sprint, Purify, Execute, dan lain sebagainya.

 Di luar item dan spell, fitur ranking atau rank di Honor of Kings dan Mobile Legends juga sebenarnya sama, namun memiliki nama yang juga berbeda.

Secara berurutan dari rank terbawah hingga tertinggi, pemain di Honor of Kings bisa berada di rank Bronze, Silver, Gold, Platinum, Diamond, Master, Grandmaster, Mythic, Epic, dan Legend.

 Di Mobile Legends, rank yang bisa diraih pemain secara berurutan dari bawah ke atas adalah Warrior, Elite, Master, Grandmaster, Epic, Legend, Mythic, Mythical Honor, Mythical Glory, dan Mythical Immortal. 


Serupa Tapi Tak Sama


Dengan berbagai persamaan dan perbedaan yang sudah disebutkan di atas, bisa disimpulkan bahwa Honor of Kings dan Mobile Legends merupakan game yang serupa tapi tak sama.

 Kedua game ini sebenarnya identik satu sama lain, baik itu dari aspek menu, tampilan game, fitur kontrol, desain peta, hingga karakter yang tersedia. Hanya saja, ada beberapa visual dan nama yang dibedakan untuk membuat masing-masing game unik. 

Kedua game ini juga memiliki mekanisme permainan inti yang serupa. Artinya, pemain Mobile Legends mungkin akan dengan mudah beradaptasi jika memainkan Honor of Kings, begitu juga sebaliknya.

 Lantas, mana yang lebih bagus? Hal ini tentunya kembali ke preferensi pengguna. Apabila pemain MLBB ingin merasakan sesuatu yang baru dan berbeda, maka tak ada salahnya untuk menjajal HoK dan memainkan game tersebut selama beberapa jam.

Namun perlu diingat, pengguna harus mempelajari nama-nama item, hero, spell, dan berbagai fitur di dalam game lainnya apabila ingin memainkan Honor of Kings dengan baik dan benar.

Nah, jika pemain Mobile Legends tidak ingin mempelajari hal baru seperti elemen dan fitur yang ada di Honor of Kings, maka tak ada salahnya jika tetap setia dengan MLBB tanpa melirik HoK.

 Satu hal lainnya yang tidak dibahas di penjelasan persamaan dan perbedaan atas adalah efek visual dan grafis di game Honor of Kings, yang, menurut KompasTekno, sedikit lebih bagus dibanding Mobile Legends.

 Artinya, penggemar MOBA yang ingin memanjakan mata mereka dengan efek visual ciamik bisa memilih Honor of Kings ketimbang Mobile Legends.



Trailer Pertama Solo Leveling: Reawakening, Tayang Desember 2024

 


Trailer Pertama Solo Leveling: Reawakening, Tayang Desember 2024



Jakarta - Serial Solo Leveling: Reawakening baru saja merilis trailer pertamanya jelang debut pada Desember 2024. Para penggemar telah menunggu dengan antusias banget nih buat tahu kelanjutan cerita tentang Jinwoo Cs.

Setelah kesuksesan season pertama, studio A-1 Pictures dapat pujian atas adaptasi ambisiusnya dari webtoon terlaris asal Korea Selatan tersebut. Semata mata kini tertuju pada comeback-nya Solo Leveling.


Trailer dari film Solo Leveling: Reawakening baru saja rilis. Dalam klip resminya, Jinwoo ada di panggung utama. Intip trailer perdananya di sini:




Versi movie ini merangkum season pertama Solo Leveling menyambut season terbarunya. A-1 Pictures juga menyertakan rekaman baru dalam film ini bersama dengan adegan-adegan terbaru dari season sebelumnya.

Baca juga:
Solo Leveling: ReAwakening Tayang di Bioskop Korea dan Jepang
Uniknya nanti bakal ada dua episode pertama dari season kedua nih, genks. Wah, bakal kayak apa ya?

Setelah penayangan versi movie, pada Januari 2025 serial animenya Solo Leveling: Arise from the Shadow bakal tayang. Serial ini dinobatkan jadi anime wajib ditonton di awal tahun depan.

Makin penasaran ya dengan petualangan Sung Jinwoo jadi Hunter terkuat. Tunggu tanggal mainnya ya, detikers.




one piece eps 3