Total Tayangan Halaman
Selasa, 19 November 2024
Review Game "Genshin Impact", Bukan untuk Pemain yang Mudah Bosan
- Pengembang game asal China, Mihoyo resmi merilis game role-playing (RPG) teranyarnya, Genshin Impact, akhir September lalu. Game tersebut langsung diserbu oleh para gamers lantaran kualitas grafisnya yang tinggi dan ketersediaannya di berbagai platform (Android, iOS, PS4, dan PC).
Lantas, sebagus apa sebenarnya tampilan grafis Genshin Impact? Bagaimana mekanisme bermain game tersebut? Apa saja fitur unggulannya? KompasTekno pun mencoba game Genshin Impact versi Android. Perlu dicatat, kami memainkan game tersebut selama kurang lebih 5 jam. Adapun ponsel yang kami gunakan adalah Black Shark 3, dengan pengaturan grafis tertinggi alias "rata kanan".
Kualitas grafis ciamik
Saat masuk ke dalam dunia game yang dijuluki "Teyvat", kami disuguhi dengan pemandangan laut, tebing dan perbukitan, serta padang rumput yang luas. Pemandangan ini memiliki kualitas grafis yang memanjakan mata dan seakan memainkan game kualitas sekelas konsol, membuat kami penasaran apa sebenarnya rintangan dan misi yang bakal kami hadapi.
Kami lantas dipertemukan dengan karakter mungil lucu yang bersayap. Ialah Paimon, karakter yang tidak bisa dimainkan (non-playable character/NPC) yang ternyata memiliki tugas untuk memandu pemain sepanjang permainan.
Paimon kemudian menjelaskan sekilas tentang dunia Teyvat, serta mekanisme pertarungan (battle system). Ia lantas menuntut kami ke kota terdekat untuk melanjutkan permainan ke tingkat yang lebih dalam.
Jalan cerita di dalam game tergolong panjang. Apalagi, Teyvat merupakan sebuah kawasan terbuka alias open-world yang mengharuskan pemainnya mengeksplorasi berbagai tempat.
Sehingga, game ini mungkin tidak cocok bagi Anda yang cepat bosan. Namun, untuk mempermudah eksplorasi di peta (map) yang luas, game ini dibekali dengan fungsi teleport. Hanya saja, titik teleport (waypoint) harus dikunjungi terlebih dahulu sebelum bisa dikunjungi oleh pemain dengan instan.
Kontrol perlu adaptasi
Mekanisme pertarungan dalam game ini membutuhkan kontrol yang mengharuskan pemain untuk beradaptasi.
Sebab, pemain harus pemain harus gesit dalam menekan beragam tombol command dan skill yang tersedia untuk membasmi musuh. Adapun tombol command bisa digunakan pemain untuk menghindar, membidik, mengejar, menyerang musuh, dan lain sebagainya.
Tata letak (layout) kontrolnya sendiri sebenarnya mirip game multiplayer online battle arena (MOBA) semacam Mobile Legends, namun tombolnya lebih banyak dan memiliki fungsi beragam. Ilustrasi layout kontrol bisa dilihat di gambar berikut.
Satu hal yang perlu diingat, Genshin Impact tidak menawarkan fitur auto battle. Dengan kata lain, pemain harus terus mengontrol karakternya dengan cara mengarahkan tombol navigasi joystick setiap saat. Soal battle system, pertarungan di Genshin Impact juga tergolong cukup kompleks lantaran pemain bisa memanfaatkan tujuh elemen untuk membasmi musuh. Ketujuh elemen tersebut adalah Cryo (es), Dendro (alam), Pyro (api), Hydro (air), Anemo (angin), Electro (listrik), dan Geo (tanah).
Elemen-elemen ini memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing terhadap elemen lainnya. Misalnya, pemain bisa menggunakan elemen Pyro untuk memberikan damage lebih besar kepada musuh yang berelemen Cryo/Hydro.
Bisa memanjat, terbang, berenang, dan memasak
Selain bisa membasmi musuh dengan strategi kontrol dan elemen yang beragam, Genshin Impact juga menawarkan beragam kegiatan yang bervariasi. Pengguna bisa memanjat tebing yang menjadi hambatan ketika bereksplorasi, terjun dari sebuah bukit tinggi menggunakan sayap, serta berenang di sungai, danau, atau laut guna melintasi tujuan yang berada di seberang. Baca juga: Apa Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Jahe, Kunyit, Serai, dan Lengkuas? Perlu dicatat, memanjat dan berenang membutuhkan stamina dan apabila habis, maka pemain bakal jatuh atau tenggelam.
Bisa ganti karakter Terkait karakter, Genshin Impact menghadirkan sekitar 24 karakter yang bisa kita mainkan (playable). Puluhan karakter ini berbeda satu sama lain dan memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, karakter utama yang kita mainkan di awal memiliki kemampuan dengan elemen angin (Anemo) dengan senjata pedang (sword).
Sedangkan, karakter kedua yang bakal ditemui memiliki elemen api (Pyro) dan bersenjata busur.
Seluruh karakter Genshin Impact sendiri bisa ditingkatkan kemampuan dan levelnya, sehingga bisa membantu pemain untuk mengalahkan musuh yang kuat. Selain itu, karakter-karakter ini juga bisa dikombinasikan di dalam satu tim, dengan masing-masing tim berjumlah empat karakter. Pemain pun bisa dengan mudah gonta-ganti karakter dengan hanya menyentuh ikon nama "karakter" yang ada di bagian kanan tampilan antarmuka game (head-up display/HUD).
Pemain juga bisa mendapatkan karakter melalui sistem gambling, alias gacha, sebagamana tampak pada ilustrasi gambar di atas. Namun, gacha sejatinya membutuhkan uang apabila pemain tidak memiliki banyak kurs di dalam game, yakni Primogems atau Genesis Crystal.
Cross Platform
(crossplay) Game Genshin Impact sebenarnya mendukung crossplay. Artinya pemain di Android, iOS, maupun konsol bisa saling bertemu dalam satu arena. Namun, selama 5 jam memainkan game ini, KompasTekno belum menemukan fitur tersebut. Tampaknya fitur ini baru bisa diakses jika telah melewati level tertentu.
Menu berbahasa Indonesia
Terlepas dari gacha, Genshin Impact menawarkan satu fitur yang kemungkinan sangat berguna bagi pengguna asal Tanah Air, yakni kehadiran menu dan subtitle berbahasa Indonesia.
Fakta-fakta kasus Ivan Sugianto: Dari suruh siswa SMA 'menggonggong' hingga rekening diblokir PPATK karena terindikasi terlibat judi online
Ivan Sugianto, pengusaha yang ditahan karena menyuruh seorang siswa SMA untuk sujud dan menggonggong, kini juga terindikasi terlibat judi online sehingga rekeningnya diblokir oleh Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Pengamat kepolisian dan hukum pidana mengatakan polisi wajib menyelidiki temuan PPATK terkait pengusaha asal Surabaya tersebut.
Pasalnya, menurut pengamat, PPATK tak mungkin memblokir rekening seseorang tanpa ada indikasi kuat yang mengarah pada pencucian uang.
“Jangan sampai informasi pelanggaran hukum lainnya ini malah menguap dan tidak dituntaskan karena itu akan jadi blunder, polisi akan dianggap melindungi Ivan,” kata pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto pada Minggu (17/11).
Namun, Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur hingga Minggu (17/11P) menyatakan bahwa mereka sejauh ini hanya “fokus” menangani kasus dugaan intimidasi terhadap Ivan.
Sosok Ivan menjadi sorotan warganet setelah videonya saat membentak siswa SMA bernama EN viral di media sosial.
Ivan disebut tak terima dengan lelucon “rambut seperti pudel” yang diutarakan oleh EN, siswa SMA Kristen Gloria 2, kepada anaknya yang merupakan siswa SMA Cita Hati Surabaya.
Dia lalu mendatangi sekolah EN, lalu menyuruh EN meminta maaf dengan cara sujud dan menggonggong. Cara ini, menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), “arogan” serta “merendahkan martabat anak”.
Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi oleh SMA Kristen Gloria 2. Polisi lalu menangkap Ivan pada Kamis (14/11) di Bandara Juanda Surabaya.
Dia dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara.
Ivan sempat menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya melalui pesan video. Saat itu, dia menyatakan akan menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya.
Rekening diblokir PPATK karena terindikasi judi online
Kepala PPATK, Ivan Yustiawandana, mengatakan ada belasan rekening milik Ivan Sugianto yang diblokir sejak beberapa minggu lalu karena berkaitan dengan “aktivitas ilegal”.
Penelusuran ini masih berkembang dan PPATK juga masih menghitung nominalnya.
“Yang kami bekukan rekening IS untuk Valhalla Club dan yang terkaitnya,” kata Ivan dikutip dari Tempo. Valhalla yang dia maksud adalah sebuah klub malam di Surabaya.
Saat menelusuri aliran dananya, Ivan mengatakan tim analis PPATK menemukan sejumlah transaksi terkait dengan judi online.
Pada Minggu (17/11), PPATK menyatakan belum ada perkembangan terbaru yang bisa disampaikan soal temuan ini.
Namun Humas PPATK, Natsir Kongah, mengatakan analisis itu mereka lakukan berdasarkan laporan yang disampaikan oleh penyedia jasa keuangan.
Hasil analisis, kata dia, biasanya juga mereka serahkan kepada penegak hukum.
Soal temuan ini, pakar hukum pidana dari Universitas Trisaksi, Abdul Fickar Hadjar, mengatakan ketika rekening seseorang dibekukan oleh PPATK berarti ada sejumlah transaksi yang terjadi secara berkelanjutan dan mengarah pada dugaan pencucian uang.
“Itu tidak hanya pada satu momen. Karena itu, orang ini dijerat TPPU [tindak pidana pencucian uang,” kata Fickar.
“Artinya kalau dia punya usaha, di balik kegiatan usahanya itu ada penyamaran hasil kejahatan, hasil yang ilegal menjadi legal,” sambungnya.
Bambang Rukminto dari ISESS juga berpendapat senada. Menurutnya, PPATK tak mungkin memblokir rekening seseorang tanpa dasar yang kuat.
“PPATK bisa disomasi kalau itu tidak benar, jadi pasti tidak sembarangan memblokir rekening seseorang, pasti ada aliran dana yang dicurigai,” kata Bambang.
Menurutnya, polisi semestinya bisa proaktif mengusut temuan PPATK itu tanpa perlu ada yang melaporkan.
“Polisi bisa membuat laporan model A berdasarkan temuan PPATK, enggak perlu menunggu ada pelapor,” kata Bambang.
“Tinggal bagaimana komitmen kepolisian untuk menindak lanjuti dalam penyelidikan juga membukanya secara transparan.”
Namun setelah itu, belum ada respons dari pihak Ivan termasuk soal temuan PPATK.
Namun sejauh ini, Polrestabes Surabaya menyatakan pihaknya “tidak menangani” temuan PPATK itu.
“Yang kami tangani hanya masalah laporan dari SMA Gloria, kasus untuk anak itu. Kalau yang lain-lain, sampai sekarang belum ada,” kata Kepala Seksi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Dewi, kepada wartawan Mustofa El Abdy yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
Beredar foto dengan perwira TNI dan Polri
Sejumlah foto yang memperlihatkan Ivan dengan perwira TNI dan Polri juga beredar di jagat maya, seiring berjalannya kasus dugaan intimidasi.
Foto-foto itu kemudian memicu spekulasi warganet yang mengaitkan tindakan Ivan dengan relasinya Ivan dengan aparat.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Harianto, merespons spekulasi itu dan mengatakan bahwa perwira menengah di dalam foto tersebut “bukan bekingan atau rekan bisnis” Ivan.
“Foto tersebut diambil 18 September 2024. Ivan S dan pamen TNI sudah bersahabat sejak lama," kata Hariyanto melalui keterangan tertulis.
Hariyanto mengatakan, tindakan Ivan tidak berkaitan dengan perwira TNI yang berfoto bersamanya.
"Mereka berteman seperti layaknya sahabat biasa dan tidak ada hubungan bisnis, apalagi sampai menjadi beking," ujar Hariyanto.
Sementara itu, polisi merespons foto tersebut dengan menyatakan bahwa mereka “fokus pada penanganan kasus”.
“Kami fokus ke penanganan perkaranya saja, soal yang lain-lain itu enggak. Pokoknya masyarakat boleh percaya kepada polisi. Dengan ditahannya Ivan, itu kan berarti menyatakan bahwa polisi itu serius untuk penanganan perkara ini,” ujar AKP Rina Shanty Dewi.
Imbas merespons konflik antar-anak
Kuasa hukum EN, Reifon Cristabella, mengatakan bahwa tindakan dugaan intimidasi terhadap kliennya pertama kali terjadi di lingkungan sekolah pada 21 Oktober 2024.
“Tidak ada yang melerai kecuali security dan ayah korban,” kata Bella.
Namun ketika dilerai, Ivan tidak memberi izin. Tak lama setelahnya, EN dipindahkan ke satu ruangan di dalam sekolah.
Pada saat dipindahkan, sangat disayangkan, kejadian yang saya sebutkan di depan, berlutut dan menggonggong terulang kembali," jelas Bella.
Berikut fakta-fakta yang terungkap sejauh ini terkait kasus yang menjerat Ivan.
Bella juga mengeklaim “tidak pernah terjadi perkelahian antara EN dan anak Ivan.
Dia menyebut bahwa kedua anak itu baru mengenal dan bertatap muka ketika Ivan mendatangi korban dan keluarganya ke sekolah. Menurut Bella, “tidak pernah ada aksi bullying atau perkelahian”.
“Kami justru mempertanyakan, orang-orang dewasa yang datang itu siapa dan kapasitasnya sebagai apa dan untuk apa datang di situ," tutur Bella dikutip dari Detik.com.
Pihak sekolah memutuskan melaporkan kejadian itu ke polisi lantaran membuat para orang tua siswa merasa resah dan terintimidasi.
Korban dan keluarganya pun disebut sempat trauma dan masih butuh waktu untuk memulihkan diri atas apa yang terjadi.
Ketua KPAI, Ai Maryati, mengecam tindakan Ivan karena dianggap main hakim sendiri dan telah “merendahkan martabat anak”.
Dia mengingatkan orang tua untuk bisa menahan diri saat menghadapi konflik antar-sesama anak.
“Orang tua itu kan orang dewasa, jadi perilaku yang merendahkan harkat dan martabat anak itu tidak boleh terjadi. Itu yang kami sesalkan. Kami melihatnya sebagai arogansi, dan ada relasi kuasa yang sangat timpang,” kata Ai ketika dihubungi.
Selain itu, Ai juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik antar-anak semestinya dilakukan secara hati-hati dan mengutamakan kepentingan terbaik anak.
Penyelesaian dengan cara yang dilakukan Ivan, menurutnya, hanya akan membuat anak trauma.
Ai mengatakan KPAI akan memastikan korban dan keluarganya mendapat pendampingan dan pemulihan.
Kembali ke kasus Ivan, Bambang Rukminto mengatakan besar kemungkinan kasus ini akan bergulir panjang dan menguak kasus hukum lainnya.
Sebelumnya pernah terjadi kasus dengan pola serupa pada Rafael Alun Sambodo, mantan pegawai pajak yang divonis korupsi setelah tindakan arogan putranya menganiaya seorang anak.
Sementara itu, Fickar mengatakan mengemukanya dugaan lain terkait Ivan adalah “berkah akibat viral”.
“Satu kasus membuka siapa sebenarnya orang ini. Mungkin karena merasa banyak kenalannya, dia merasa arogan dan merasa posisinya di atas hukum. Jadi ketika dia membela anaknya, dia lakukan dengan cara-cara yang arogan juga,” kata Fickar.
-
6 Fakta Manhwa Omniscient Reader's Viewpoint: Bakal Jadi Anime! Omniscient Reader's Viewpoint atau yang biasa disingkat ORV adalah...
-
"Ketika varises mencegah dirimu menikmati hidup, yakinlah pada keajaiban!! Wawancara Ekslusif dengan Master Keajaiban Legendaris!...
-
Manhwa The Begining After The End Dapatkan Adaptasi Anime, Tayang 2025 Manhwa The Beginning After The End resmi mendapatkan adaptasi kedal...
